WHO: Ponsel Mungkin Sebabkan Kanker

WHO: Ponsel Mungkin Sebabkan Kanker

Eri Anggoro Kasih/Fotokita.net

Penggunaan ponsel dan alat komunikasi nirkabel lain dapat menyebabkan kanker. Hal ini diungkapkan pada Selasa (31/5) oleh agen penelitian kanker WHO.

Gelombang yang dihasilkan oleh peralatan nirkabel berpotensi menjadi pemicu kanker. "Tampak dari peningkatan risiko glioma, tipe kanker otak yang ganas," kata Agency for Research on Cancer (IARC) pada sebuah pernyataan.

Pada saat pertemuan di Lyon, Prancis, yang berlangsung dalam seminggu terakhir ini, para ahli menyimpulkan bahaya ponsel setelah mengulas data hasil beberapa studi penggunaan ponsel. Dua studi memberikan bukti bahwa penggunaan ponsel berkaitan dengan glioma. "Apalagi pada orang yang menggunakan ponsel secara intensif," kata Jonathan Samet, presiden grup peneliti yang berkumpul di Lyon. Pada studi tersebut, sejumlah orang dilacak selama 10 hingga 15 tahun.

"Yang kami belum tahu adalah hal yang akan terjadi akibat penggunaan ponsel dalam waktu yang lebih panjang, mungkin sepanjang hidup," demikian diakui Samet. Tapi menurut data yang diperolehnya, saat ini ada sekitar 5 miliar ponsel di seluruh dunia. Jumlah ponsel dan waktu penggunaan rata-rata terus meningkat dari tahun ke tahun.

IARC mengakui kalau ulasan mereka hanya mengetahui kemungkinan hubungan antara perangkat nirkabel dengan kanker, bukan bukti langsung. "Ada bukti kalau penggunaannya meningkatkan risiko glioma," kata Kurt Straif ilmuwan yang menyunting laporan-laporan IARC. "Tapi sampai saat ini, belum jelas apakah penggunaan ponsel memang sebabkan kanker pada manusia," katanya.

Sementara itu, industri produk nirkabel merespons dengan mengumumkan bahwa, "tak berarti ponsel sebabkan kanker." Lebih lanjut CTIA-The Wireless Association menambahkan bahwa peneliti WHO tidak mengadakan penelitian baru, "Tetapi hanya mengulas studi-studi yang sudah diterbitkan."

European Enviromental Agency mendorong agar para peneliti mengadakan penelitian baru. "Untuk mengetahui apakah ponsel juga berbahaya bagi kesehatan, seperti rokok," demikian menurut mereka.

IARC juga tidak mengeluarkan rekomendasi resmi, tapi menunjukkan beberapa cara yang dapat digunakan orang untuk mengurangi risiko. "Eksposur terbanyak terjadi saat panggilan suara. Jadi jika Anda menggunakan ponsel untuk pesan pendek atau menggunakan handsfree, risikonya berkurang," jelas Straif.

Setahun yang lalu IARC menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara ponsel dan kanker otak. Kesimpulan itu mengundang kritik dari berbagai kalangan karena dianggap menggunakan data yang sudah kadaluwarsa dan tidak mewakili level penggunaan masa kini. (Sumber: Discovery News, CNN)

Delete this element to display blogger navbar

 
© Noblogandi | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger